Pasar Kolaboraya

Perjalanan Pasar Kolaboraya

Mengapa Kolaboraya Lahir?

Perubahan sosial tidak pernah lahir dari satu individu atau organisasi. Di tengah persoalan yang semakin kompleks, mulai dari krisis iklim, ketimpangan sosial, hingga menyempitnya ruang sipil, dibutuhkan cara kerja yang mampu menghubungkan berbagai aktor lintas isu, sektor, dan wilayah.

Berangkat dari kesadaran tersebut, Roemah Inspirit mengembangkan Kolaborasi Raya (Kolaboraya), sebuah pendekatan berbasis ekosistem yang memandang perubahan sebagai hasil dari kolaborasi yang saling terhubung dan saling menguatkan. Pasar Kolaboraya kemudian hadir sebagai ruang bagi para penggerak perubahan untuk belajar bersama, membangun kepercayaan, dan merancang aksi kolektif demi gerakan yang lebih lestari dan adil.

Pasar Kolaboraya 2024: Memperkenalkan Pendekatan Ekosistem

Terinspirasi dari cara alam bekerja, Pasar Kolaboraya 2024 menggunakan metafora Ekosistem Hutan Hujan Tropis. Merepresentasikan keberagaman yang saling terhubung dan saling menyokong, di mana setiap aktor memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan ekosistem. Diselenggarakan pada Oktober 2024 di Jakarta, Pasar Kolaboraya pertama mempertemukan lebih dari 120 Kreator Perubahan Sosial dari berbagai wilayah di Indonesia. Peserta diajak merefleksikan kembali cara membangun perubahan, melepaskan pola pikir lama, dan mengembangkan cara kerja yang lebih kolaboratif melalui pendekatan berbasis ekosistem. Pendekatan ini bahkan disebut sebagai "sebuah langkah revolusioner" oleh Direktur Regional Ford Foundation Indonesia. Pasar Kolaboraya 2024 pun menjadi titik awal tumbuhnya jejaring Kolaboraya yang mempertemukan para penggerak perubahan untuk membangun gerakan masyarakat sipil yang semakin terhubung, kolaboratif, dan saling menguatkan. Simak cerita para Kreator Perubahan Sosial dalam Catatan Kolektif Pasar Kolaboraya 2024 melalui tombol di bawah ini.

Catatan Kolektif
Dokumentasi Pasar Kolaboraya 2024 - panggung utama
Dokumentasi Pasar Kolaboraya 2024 - suasana peserta
Dokumentasi Pasar Kolaboraya 2024 - foto bersama
Ilustrasi bunga tropis merah muda
Ilustrasi kelompok daun warna-warni
Ilustrasi ulat biru bersegmen
Ilustrasi daun tunggal
Ilustrasi daun tunggal
Ilustrasi daun tunggal
Ilustrasi bunga tropis merah muda
Tahun 2025

Pasar Kolaboraya 2025: Menumbuhkan Jejaring dan Aksi Kolektif

Melalui konsep Jejaring Miselium Raya dalam Ekosistem Jamur, Pasar Kolaboraya 2025 mengajak para ecosystem builder dan kreator perubahan sosial mengeksplorasi pendekatan ekosistem untuk membangun ketahanan bersama. Seperti miselium yang menghubungkan pepohonan di bawah permukaan, kolaborasi menjadi fondasi yang memperkuat gerakan sosial di tengah tekanan terhadap ruang sipil, dinamika politik, krisis iklim, dan berbagai tantangan global. Diselenggarakan di Yogyakarta pada November 2025, Pasar Kolaboraya 2025 mempertemukan sekitar 700 peserta, termasuk 82 Ecosystem Builders dari 26 ekosistem gerakan sosial di Indonesia. Selama dua hari, ruang ini menjadi laboratorium kolaborasi bagi para peserta untuk membangun kolaborasi lintas isu dan merancang aksi kolektif melalui pendekatan Connect, Collaborate, dan Collective Action. Simak perjalanan para Ecosystem Builders dalam Senarai Cerita Pasar Kolaboraya 2025 melalui tombol di bawah ini.

Senarai Cerita
Dokumentasi Pasar Kolaboraya 2025 - sesi diskusi
Dokumentasi Pasar Kolaboraya 2025 - suasana panggung
Dokumentasi Pasar Kolaboraya 2025 - suasana panggung
Ilustrasi bunga berlapis warna-warni
Ilustrasi bunga berlapis warna-warni
Ilustrasi bunga berlapis warna-warni
Ilustrasi bunga berlapis warna-warni
Ilustrasi bunga berlapis warna-warni
Ilustrasi bunga berlapis warna-warni
Ilustrasi bunga berlapis warna-warni
Ilustrasi bunga berlapis warna-warni
Ilustrasi bunga berlapis warna-warni
Ilustrasi bunga berlapis warna-warni
Tahun 2026

Pasar Kolaboraya 2026: Deep Dive Pendekatan Ekosistem

Berangkat dari pembelajaran dua penyelenggaraan sebelumnya, Pasar Kolaboraya 2026 mengajak para Ecosystem Builders untuk deep dive dalam pendekatan ekosistem. Setelah memperkenalkan perspektif ekosistem pada 2024 dan membangun jejaring serta aksi kolektif pada 2025, tahun ini sekitar 50 Ecosystem Builders dari berbagai wilayah di Indonesia akan memperluas cara pandang terhadap kolaborasi melalui kacamata ekosistem. Bersama-sama mendalami praktik merawat, memperkuat, dan mengembangkan ekosistem perubahan sosial, sekaligus mengeksplorasi beragam peran yang dibutuhkan agar aksi kolektif dapat terwujud. Diselenggarakan pada 1–3 September 2026 di Jakarta, di Pasar Kolaboraya 2026 peserta akan saling belajar, berbagi pengalaman, mengembangkan kepemimpinan, serta merefleksikan dan berbagi praktik kolaborasi guna membangun ekosistem perubahan sosial yang lebih berdampak dan berkelanjutan.

Mengenal Peran
Ecosystem Builder

© 2026 Kolaboraya All rights reserved.