Pasar Kolaboraya
Alfitra Yosi Putrijaya (Yosie)

Alfitra Yosi Putrijaya (Yosie)

Alfitra Yosi Putrijaya aktif dalam kerja-kerja Pusat Rehabilitasi YAKKUM, RILIS (Religious Leader Innovative Summit), dan GARDA LIMA (Gerakan Advokasi Difabel Lintas Iman) di Yogyakarta dan Jakarta, dengan kerja ekosistem yang membawa isu pemenuhan hak difabel dalam konteks Indonesia, dengan fokus pada pemenuhan hak difabel dan pengurangan stigma melalui pendekatan tokoh agama lintas iman, termasuk penghayat kepercayaan. Ia memulai dengan mengidentifikasi persoalan difabel dalam konteks nasional maupun global, kemudian membawanya ke ruang diskusi komunitas dan lintas komunitas melalui banyak bertanya, menggali persoalan secara lebih spesifik, serta memetakan kekuatan dan sumber daya yang dimiliki masing-masing pihak. Dari proses tersebut, ia memantik munculnya ide dan gerakan, termasuk mendorong isu difabel masuk ke ruang keagamaan melalui GARDA LIMA. Salah satu hasil advokasi bersama para jaringannya adalah Fiqih Disabilitas Psikososial.

Bagi Yossie, gerakan akan tumbuh ketika orang-orang yang memiliki keresahan dan kepedulian yang sama dapat saling menemukan dan mengambil peran sesuai kekuatannya. Ia melihat organisasi keagamaan memiliki basis massa yang kuat untuk mendorong perubahan di akar rumput, sementara lembaga seperti Komisi Nasional Disabilitas memiliki jejaring yang dapat membantu membuka jalan menuju perubahan kebijakan. Pihak lain dapat berkontribusi melalui pengetahuan, akses, dukungan sumber daya, maupun ruang untuk memperluas isu. Karena itu, ia berupaya menghubungkan aktor-aktor tersebut bukan sekadar berdasarkan posisi atau akses yang dimiliki, tetapi juga berdasarkan kepedulian terhadap isu. Menurutnya, ekosistem tidak dapat berjalan sendiri dan tidak membutuhkan satu pihak untuk menjadi yang paling menonjol; kekuatan justru muncul ketika berbagai peran saling terhubung dan bergerak menuju tujuan yang sama.

© 2026 Kolaboraya All rights reserved.