
Ferdhi Putra aktif bersama Combine Resource Institution (CRI) dalam Ekosistem Gerakan Rimpang di Yogyakarta, yang memperkuat solidaritas masyarakat sipil dan mempertahankan ruang demokrasi yang semakin menyempit. Ia terlibat mempertemukan aktor-aktor masyarakat sipil yang selama ini tersekat oleh sektor dan isu, dengan melihat bahwa berbagai gerakan memiliki tujuan yang beririsan. Dengan tidak menempatkan satu agenda sebagai prioritas, berbagai pihak dapat menghimpun dan mengonsolidasikan sumber daya untuk mencapai tujuan bersama. Bagi Ferdhi, hubungan yang sehat ditandai oleh posisi yang egaliter, tanpa rasa saling curiga, dominasi, atau subordinasi, sehingga setiap pihak dapat bergerak secara mandiri maupun terkoordinasi.
Ferdhi melihat pentingnya menghubungkan kerja-kerja berbasis proyek dengan cita-cita gerakan yang lebih besar, sehingga pengalaman dan sumber daya yang muncul dari berbagai inisiatif tidak berhenti pada capaian masing-masing. Ia membayangkan gerakan yang desentralistik namun tetap sinergis, dengan berbagai pihak mendorong perubahan dari sisi masing-masing secara bersamaan. Kesamaan visi menjadi salah satu pengikat penting dalam proses tersebut karena memudahkan berbagai organisasi dan individu dengan perspektif serupa untuk mengonsolidasikan misi. Bagi Ferdhi, pembelajaran dari proses, termasuk kegagalan dan ketegangan. Tak hanya itu, penting juga untuk membantu memahami arah gerakan dan menemukan cara agar kerja-kerja yang beragam tetap terhubung dengan perubahan sosial yang lebih besar.