.png&w=3840&q=75)
Febri Sastiviani Putri Cantika atau Uti bersama Lembaga Alam Tropika Indonesia (LATIN) aktif membangun ekosistem Sosial Forestri yang mendorong tata kelola hutan dan agraria yang adil, inklusif, lestari, serta berakar pada pengetahuan dan kepemimpinan komunitas. Kerja ekosistem ini menjangkau NTT, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Kalimantan. Ia memulai proses dengan mendengarkan keresahan, memetakan aktor, dan mengenali energi perubahan yang sudah ada di komunitas. Pendekatan ini berkembang menjadi ruang belajar dan aksi seperti Sekolah Sosial Forestri, penguatan kelompok perempuan dan orang muda, serta pengembangan kelembagaan usaha bersama. Pengalaman di lapangan juga mendorong perubahan strategi LATIN dari pendampingan yang berorientasi pada izin menuju penguatan ekosistem sosial forestri pasca-izin, dengan perhatian pada kelembagaan, penghidupan, GEDSI, pengetahuan, kebijakan, dan sumber daya.
Uti menjadikan pengalaman komunitas sebagai sumber pembelajaran yang didokumentasikan melalui catatan refleksi, wawancara, cerita perubahan, Most Significant Change, kajian kasus, dan Know–Change Framework. Dari proses tersebut, LATIN merajut narasi Sosial Forestri 2045 sebagai visi tentang pengelolaan hutan dan agraria sebagai commons yang adil, inklusif, dan berkelanjutan. Ia melihat ekosistem bekerja ketika komunitas menjadi produsen pengetahuan, sementara akademisi, pemerintah, organisasi masyarakat sipil, donor, pelaku usaha, perempuan, dan orang muda saling melengkapi melalui pengetahuan, kewenangan, jejaring, dan sumber daya. Bagi Uti, LATIN berperan sebagai salah satu simpul yang menghubungkan pengalaman komunitas dengan pengetahuan, kebijakan, dan aksi yang lebih luas, bukan sebagai pusat tunggal gerakan.