.png&w=3840&q=75)
Kinanti Munggareni (Kimung) aktif melalui CIVIC Toolkit, berbasis di Jakarta dan Depok, Jawa Barat, serta bekerja bersama individu, komunitas, kolektif, dan organisasi dari berbagai wilayah Indonesia melalui kelas daring, fasilitasi luring, pengembangan perangkat praktik, dan kolaborasi lintas sektor. Ia mendokumentasikan pengalaman, keberhasilan, kegagalan, serta dinamika relasi melalui catatan refleksi, modul, zine, arsip pembelajaran, dan toolkit, lalu mengolahnya menjadi pengetahuan yang dapat digunakan dan diadaptasi oleh kelompok lain. Praktik ini berkembang dalam eksperimen CIVIC Toolkit dan ekosistem ProyekDekolonial, dengan jejaring yang mencakup kelompok di Yogyakarta, Spirit in Education Movement (SEM) Thailand, serta Bonn, Köln, dan Hamburg di Jerman, selain berbagai komunitas dan organisasi di Indonesia.
Dalam membangun keterhubungan, Kimung memulai dari pemetaan aktor, kebutuhan, kapasitas, relasi, dan risiko, lalu membuka ruang belajar, percakapan, peer-group support, dan eksperimen kolaboratif. Ia melihat kelompok-kelompok dalam ekosistem tidak harus disatukan dalam satu struktur, tetapi dapat tetap otonom sambil saling bertukar pengetahuan, ruang, jaringan, kapasitas, dan sumber daya sesuai kebutuhan. Alumni, organisasi mitra, individu, dan jaringan pengetahuan dapat menjadi penghubung sekaligus sumber pengalaman dan ruang eksperimen. Bagi Kimung, keterhubungan menjadi bermakna ketika pembelajaran dan sumber daya dapat berpindah serta dikembangkan oleh pihak lain, sehingga tidak bergantung pada satu organisasi atau figur.