.png&w=3840&q=75)
Julian Riezki Pratama aktif melalui Selarasa Jagakarsa Food Lab di Jakarta Selatan, yang menghidupkan kembali Jagakarsa sebagai ruang pangan lokal melalui praktik bertani, berbagi pengetahuan, dan membangun kedekatan antarwarga. Ia memulai dengan berkunjung dan berbaur bersama petani, lalu mengajak mereka berkumpul di ruang komunitas. Dari sana, pertemuan berkembang menjadi ruang untuk berbagi, berdiskusi, saling mengkritik, dan menjaga silaturahmi. Ia juga mengaktifkan sumber daya non moneter melalui swadaya bersama: waktu, tenaga, dan ruang; serta menjaga kedekatan komunitas lewat praktik sederhana seperti memasak dan makan bersama.
Dari pengalamannya Juli melihat bahwa ekosistem gerakan tidak selalu membutuhkan sumber daya besar; ia dapat bertahan ketika orang-orang bersedia mengaktifkan apa yang mereka punya dan menggunakannya bersama. Waktu, tenaga, ruang, dan pengetahuan dapat menjadi modal untuk menjaga pertemuan dan kerja bersama, sementara transparansi dan kesediaan untuk saling mengukur membantu memastikan kontribusi berjalan adil. Di sisi lain, ia melihat dukungan dari berbagai pihak masih belum mudah diakses karena masing-masing memiliki motif dan kepentingannya sendiri.