Pasar Kolaboraya
Frendy Kurniawan

Frendy Kurniawan

Frendy Kurniawan membangun ruang belajar dan praktik pedagogi melalui CIVIC Toolkit dan ProyekDekolonial, dengan perhatian pada bagaimana hubungan antarmanusia dan kelompok dibangun dan dirawat. Kerjanya mencakup fasilitasi, pemetaan relasi, ruang refleksi, eksperimen kolektif, serta berbagai bentuk pertukaran dan produksi pengetahuan.

Praktik pedagoginya berangkat dari popular education dan pendekatan dekolonial. Pengalaman hidup, tubuh, cerita, ingatan, dan kerja bersama menjadi bagian dari bagaimana pengetahuan dibentuk. Ia juga memberi perhatian pada siapa yang dapat berbicara dan didengar, pengetahuan siapa yang dianggap sah, serta siapa yang memiliki kuasa untuk mencatat, menggunakan, atau meneruskannya. Fasilitasi, baginya, bukan untuk menawarkan satu cara yang dianggap benar, melainkan untuk mempertemukan pengetahuan yang sudah ada dan membuka kemungkinan agar sebuah metode dapat dicoba, dipertanyakan, diubah, atau ditinggalkan ketika tidak sesuai dengan konteks.

Sebagai network weaver, Frendy bekerja dengan pengalaman, kemampuan, hubungan, dan sumber daya yang tersebar di antara orang dan kelompok yang berbeda. Ia mencari titik temu, membuka percakapan, dan membantu sesuatu yang sudah ada menemukan hubungan baru. Baginya, sebuah jejaring tidak harus menuju satu pusat atau bekerja dengan cara yang sama agar dapat saling menopang. Yang penting adalah bagaimana pengetahuan, dukungan, dan sumber daya dapat berpindah di antara hubungan-hubungan tersebut.

Perhatian pada hubungan juga membentuk praktiknya sebagai wellbeing caregiver. Melalui collective care dan holistic security, ia mendampingi orang dan kelompok untuk mengenali kelelahan, batas, risiko, pembagian beban, dan kebutuhan akan dukungan. Perawatan tidak ditempatkan semata sebagai tanggung jawab individu, tetapi juga sebagai bagian dari cara sebuah kelompok membagi kerja, risiko, tanggung jawab, dan dukungan. Di titik ini, network weaving dan care bertemu: membangun hubungan sekaligus memperhatikan kondisi agar hubungan tersebut tidak terus bertahan dengan menguras orang-orang tertentu.

Kerjanya juga bersentuhan dengan seni, sinema, teater partisipatif, dan praktik pengarsipan. Ia tertarik pada tubuh, konflik, dan tindakan kolektif sebagai cara mengetahui; pada apa yang dicatat dan apa yang luput dari arsip; serta pada apa yang tetap hidup setelah sebuah pertemuan atau proyek selesai: hubungan yang berlanjut, pengetahuan yang berpindah, metode yang berubah, dan praktik yang diteruskan oleh orang lain dalam konteksnya sendiri. Banyak dari pekerjaannya tumbuh dari proses mencoba, mendengarkan, mengingat, dan belajar bersama.

© 2026 Kolaboraya All rights reserved.